Good or Bad Kisser???

Dulu teman saya pernah bertanya, apakah saya good kisser atau bad kisser. Jawaban saya adalah tidak tahu, karena saya tidak pernah bertanya kepada pasangan yang pernah mencium saya apakah saya good or not.
Saya juga merasa tiap orang punya pendapat sendiri, karena hal tersebut berdasarkan kepuasan. Dan kepuasan seseorang bisa sangat berbeda.
Lalu saya jadi bertanya-tanya, seperti apa kissing yang dikategorikan good? Apa light kiss atau french kiss yang menentukan seseorang lihai dalam berciuman?
Menurut saya, bukan masalah apakah good or bad kisser pasangan kita, tapi bagaimana kita merasa nyaman dengan perlakuan mereka. Saya pribadi menganggap kissing suatu hal yang menyenangkan, saya juga tidak bisa menjelaskan apa rasanya sebuah ciuman yang menurut artikel, cerita ataupun film-film yang bisa membuat kita merasa ‘fly’ seperti banyak kupu-kupu dalam perut kita. Saya lebih menyukai perasaan dilindungi saat berciuman melalui pelukan atau belaian pada rambut.

Lalu bagaimana jika merasa bahwa kita bad kisser dan ingin menjadi seorang good kisser. Ada beberapa tips yang katanya kalau mengikuti tips dibawah ini bisa menjadi master of kissing.
Timing: A kiss might mean anything, right from emotional affection to passionate desire. Jadi jangan kaya kucing kepanasan yang pengen cepat-cepat ciuman. Take the moment, apakah situasinya sudah nyaman atau tidak. Dan disarankan jangan langsung kiss on the lips, mulailah dari cium kening atau pipi.

Soft or hard: Tiap orang menyukai jenis ciuman yang berbeda, yang soft atau hard, jadi perhatikan sinyal-sinyal yang diberikan oleh pasangan kita. Dengan kata lain jangan egois kalau ingin merasakan sesuatu yang dinikmati berdua. Ciuman yang membuat perasaan nyaman bisa dimulai dari soft kiss lalu hard kiss.

Use your hand: Oke, jangan berpikir yang macam-macam!!! Seperti yang saya sudah jelaskan diatas, kissing membutuhkan rasa nyaman, jadi gunakan tangan untuk membuat pasangan merasa nyaman. Hal itu dapat dilakukan dengan cara memeluk, membelai rambut atau membelai pipi/leher pasangan.

Smell good: Pastinya ingin ciuman yang dilakukan diingat oleh pasangan kita kan? Jadi pastikan diri kita wangi, bukan pakaian saja yang diberi parfum tapi usahakan rambut, badan serta mulut terasa fresh. Kalau harum pasti semakin nyaman pasangan kita. Buat yang merokok lebih baik dihilangkan dulu bau rokoknya. It doesn’t feel good kissing smoky person.

End kissing: kita harus mengerti kapan waktunya berhenti mencium. Ciuman bukan lomba berapa lama kissing dilakukan. Ambil jeda saat berciuman akan membuat pasangan semakin penasaran dan ingin terus mencium.

Tiap orang memiliki pandangan masing-masing tentang kissing yang tidak dapat digeneralisasikan. Menurut saya tips diatas dapat membuat kissing bukan sekedar hal yang terjadi begitu saja tanpa kesan.

How about you guys??? Good or bad? ^_^

Note:
1. Tulisan ini bukan mengajari yang membaca, ini hanya sharing dari saya. Kalau ingin diikuti silahkan saja
2. Tulisan ini dibuat berdasarkan perspektif saya sebagai seorang wanita, jadi tidak mewakili para pria. Bagi para pria yang membaca dan mau sharing dipersilahkan 😉
3. Setelah tulisan ini dibuat saya bertanya pada pasangan saya, apakah saya good kisser or bad kisser dan jawabannya adalah I am a good kisser ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s