Fleksibel dan Menetapkan Nilai yang Tinggi.

Fleksibel, cuma satu kata yang bisa diaplikasikan ke semua hal. Menurut saya fleksibel itu wajib, mutlak, harus dan sebagainya. Kenapa? karena hidup juga tidak stabil.

Mencoba jujur dengan diri sendiri, apa hidup berjalan dengan sesuia harapan atau harapan dicapai melalui hidup yang dirancang? harapan yang ditetapkan juga tidak bisa semaunya, dalam menetapkan harapan kita harus realitis. Jangan hanya memikirkan keinginan tanpa memikirkan kebutuhan.

Kebutuhan yang saya maksud adalah berbagai hal yang kita butuhkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari tanpa ada tawar menawar, saya bukan hanya berbicara masalah materi atau bentuk nyata, tapi juga non materi seperti perasaan. Kebutuhan itu sendiri tidak pernah sama dari masa ke masa ataupun tiap individu termasuk proses yang dijalani juga beragam. Karena itu buat saya seseorang harus bersikap fleksibel.

Mungkin kebanyakan orang menganggap saya orang yang tidak perduli atau bersikap terlalu santai, tapi justru itu adalah sikap fleksibel saya terhadap sesuatu. Dalam pandangan saya, serius akan sesuatu bukan berarti harus menunjukan komitmen secara terus terang. Komitmen itu dijalani bukan ditunjukan 🙂

Menetapkan nilai yang tinggi pada diri sendiri. Mungkin kasar tapi buat saya tiap orang ada nilai jualnya dan tiap orang harus bisa menjual diri sendiri. Dalam artian kita hidup dalam lingkup sosial yang luas dimana pandangan atau persepsi seseorang bisa sangat menentukan, karena itu dalam persepsi orang lain kita harus ‘tepat’. Saya termasuk orang yang tidak terlalu memperdulikan apa kata orang, tapi bukan berarti saya tidak membentuk harga jual saya dimata mereka. Hal ini ada hubungannya denga bersikap fleksibel. Mungkin di pandangan beberapa orang saya bernilai rendah, tapi untuk beberapa orang lainnya saya memiliki nilai yang tinggi.

Dalam menetapkan nilai yang tinggi bisa dengan berbagai sikap dan pemikiran yang kita tunjukan. Jadi bijaksana dalam bersikap menjadi perlu. Untuk pemikiran saya merasa pemikiran akan semakin baik dengan wawasan yang lebih  luas, saya pribadi bukan orang yang pintar tapi saya merasa harus cerdas. Wawasan bukan hanya didapat dari baca buku yang tebalnya ratusan bahkan ribuan atau menonton video dokumentar, tapi dari hal paling kecil seperti memperhatikan sekeliling atau mendengarkan cerita seseorang.

Jadi berapa nilai jual anda? :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s